![]() |
| Sumber: www.pegipegi.com |
NusantaraInsights Batik merupakan salah satu kekayaan budaya nusantara yang merupakan warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia memiliki motif batik dengan ciri khas masing-masing. Salah satu motif batik tertua adalah motif Batik Parang. Batik Parang merupakan hasil cipta dari pendiri Keraton Mataram yang pada saat itu berada di Kartasura, Surakarta. Kata Parang memiliki makna pereng atau lereng yang membentuk garis menurun diagonal dari tinggi ke rendah.
Pada masanya, motif Batik Parang digunakan sebagai pedoman penentu derajat kebangsawanan seseorang. Motif Batik Parang ini sempat hanya boleh dipergunakan oleh keluarga raja dan keturunannya. Batik Parang memiliki susunan motif membentuk huruf S yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Bentuk huruf S ini juga melambangkan ombak di lautan yang dimaknai dengan jiwa yang penuh semangat dan tak akan pernah pudar.
Secara keseluruhan, motif Batik Parang memiliki makna yang luhur, yaitu bahwa manusia sepantasnya pantang menyerah dalam menjalani kehidupan. Motif berbentuk huruf S yang saling terkait melambangkan jalinan kehidupan yang tidak pernah putus serta konsisten dalam rangka mencapai kesejahteraan, perbaikan terhadap diri, dan menjaga hubungan, baik dengan Sang Pencipta, dengan sesama manusia, maupun dengan alam semesta. Garis diagonal pada motif ini melambangkan sebagai manusia kita hendaknya memiliki keinginan atau harapan yang luhur, pendirian yang kuat, dan kesetiaan kepada kebenaran.
Saat ini, motif Batik Parang telah banyak mengalami perkembangan. Terdapat beberapa jenis motif batik ini, seperti Batik Parang Rusak, Batik Parang Rusak Barong, Batik Parang Klithik, dan Batik Parang Kusumo. Setiap jenis Batik Parang tersebut memiliki makna tersendiri, misalnya seperti Batik Parang Rusak melambangkan kekuasaan dan kekuatan dimana pada jaman dulu batik ini hanya boleh digunakan oleh ksatria atau penguasa.







0 komentar:
Posting Komentar